Selasa, 26 Januari 2010

SEVEN DAYS LOVE part 2


new cast :::: *Dila : teman kuliah dhruva sewaktu di Indonesia dan sekarang tinggal di korea karena dia mendapat beasiswa di korea. Berbeda dengan dhruva, dia sangat suka dengan semua tentang korea termasuk k-pop dan k-drama.


Aku membalikkan badan dan ternyata, laki-laki yang telah 2 kali membantuku yang memanggilku. Darimana dia mengetahui nama koreaku?

“darimana kau mengetahui nama koreaku?”

“dari kartu identitas yang ada di dalam dompetmu waktu itu. Disana kau berfoto dan menuliskan namamu. Sepertinya kau bukan orang korea. Tetapi kenapa kau menuliskan nama Korea di dompetmu?”

“ah, itu hasil kejahilan temanku. Oh ya, terimakasih karena kau telah menolongku dua kali.”
“dua kali?”

“ya, kau mempersilahkanku duduk dan mengembalikan dompetku”

“ahh, itu memang kewajiban penumpang laki-laki jika ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk.”

“ohh.. tapi tetap saja. Aku harus bertermakasih padamu.”

“baiklah. Tapi, apa tujuanmu datang ke korea?”

“hanya ingin menghilangkan penatku. Aku ingin berkeliling kota ini. Atau kalau bias aku ingin berkeliling Negara ini.”


Angin yang bertiup pelan dan derai air sungai yang mengalir lembut, membuatku tenang. Aku memejamkan mata untuk menjernihkan pikiranku tentang semua hal yang telah membuatku penat selama aku di singapura. Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara pelahan. Ini membuatku sedikit lebih tenang dan rasa kecewaku karena aku tak dapat naik ferry di sungai ini, berkurang.


“aku juga selalu melakukan hal itu jika aku sedang penat. Dan di tempat ini pula aku sering manghilangkan rasa penatku itu. Bedanya denganmu, aku tidak pergi keluar negeri seperti halnya yang kau lakukan sekarang ini. Hanya di sungai Han inilah aku dapat menghilangkan penatku.”


Aku hanya mengangguk pelan dan aku baru sadar, aku belum mengetahui namanya.


“oh ya, aku belum mengetahui namamu. siapa namamu?”

“박정수(park jung soo)”

“kalau begitu aku akan memanggilmu jung soo.. oppa jung soo….”

“tidak perlu menggunakan oppa. jung soo saja.”

“baiklah”

“dan aku akan memanggilmu hyun soo. Kau setuju?”
“hm hm.. “ jawabku sambil mengangguk.

“waktu sudah menunjukkan pukul 9, apa kau tidak berniat untuk kembali ke hotel?”

“ah yaa.. aku harus segera kembali. Aku harus istirahat dan masih ada yang harus kulakukan besok lalu aku harus memberi tahu temanku bahwa aku telah berada di Korea.”

“baiklah, akan kuantar kau kembali ke hotel. Tidak baik wanita berjalan sendiri di waktu malam.”



###



Kami berjalan ke stasiun subway, sambil bercerita kecil mengenai korea ini. 15 menit kemudian aku dan jung soo tiba di stasiun subway. Ahh.. ini kedua kalinya aku naik subway bersamanya. Jelas, yang pertama kalinya aku belum mengenalnya. Aku mengeluarkan ipodku saat aku mendapatkan tempat duduk. Subway ini tidak terlalu ramai. Hanya satu atau dua bangku yang terisi. Mungkin karena ini sudah malam. Jung soo duduk disebelahku. Dia terlihat penasaran dengan apa yang aku dengarkan.


“apa yang kau dengarkan, hyun soo?”

“lagu..”

“ya, aku tahu kau mendengarkan lagu. Tapi lagu apa yang kau dengarkan?”

“oh.. maaf. *giggle*. Aku sedang tidak fokus. Lagu super junior, aku tak mengetahui band ini, temanku yang mengubah playlistku, tapi lagu ini benar-benar menarik.”

“mereka bukan band, tetapi boy band.”

“sama saja bukan? Merekapun bernyanyi juga.”

“band itu anggotanya memainkan alat-alat music seperti drum, bass, gitar dan lainnya untuk bernyanyi. Sedangkan boy band, mereka hanya bernyanyi, tidak memainkan alat musik meskipun terkadang memainkannya. Dan mereka lebih banyak bernyanyi dan menggerakkan koreagrafi di setiap lagunya.”

“ohh.. begitukah..? aku baru mengetahuinya. sungguh, dulu aku pernah kuliah dan belajar bahasa korea selama satu tahun, tetapi aku sangat tidak tertarik dengan drama atau band semacamnya.”

“oh.. pantas saja kau fasih berbahasa korea. Apa kau juga tidak mengetahui Rain?”

“ah kalau dia, aku tahu. Tapi kalau super junior ini, aku tidak tahu sama sekali. Hanya satu lagu di ipodku. Kalau aku tidak salah, judulnya adalah believe.”


Lalu tiba-tiba Jung Soo berpaling dan sepertinya dia menahan tawa.


“Hei! Apa yang kau tertawakan, Jung Soo?”

“ahh.. tidak.. bukan apa-apa.”


Aku mengembalikan perhatianku pada ipodku. dan aku rasa aku mengantuk karena lagu yang sedang berputar ini adalah lagu mellow. Mataku terasa berat sekali dan aku tidak bisa menahannya lagi.



###



“Ayo, waktunya turun.” Dia menepuk punggungku pelan dan aku terbangun. Kami berjalan keluar subway dan menuju hotelku. “ Apa kau tidak haus atau lapar?” 

“sebenarnya aku lapar.”

“bagaimana kalau kita mencari restoran di dekat sini?”

“kurasa tidak untuk malam ini, aku benar-benar merasa lelah sekali setelah seharian berjalan-jalan. Mungkin lain kali. Tidak apa-apa kan?”

Ia terdiam sejenak dan baru bersuara “baiklah.. ya mungkin lain kali kita baru bisa…..….”

“haaatchhii!!!! Ah..maafkan aku.. sepertinya aku flu..”

“Ini. Hidungmu berlendir kan?” dia memberikanku sebuah sapu tangan.

“terimakasih..”


### 



Akhirnya kami tiba di depan hotel. 


“baiklah, aku masuk dulu ya. Terimakasih karna sudah mengantarku. Sampai bertemu lagi.”

“tunggu!”

“ada apa??”

“.... hmm … tidak, tidak ada apa-apa.. masuklah. Selamat malam. Mimpi indah..”

“………… ya….”


Aku berjalan masuk ke hotel dengan perasaan sedikit bingung dan penasaran.
Sesampainya di kamar, aku masih saja memikirkan apa yang dikatakan Jung Soo tadi di bawah.
“lalu, kenapa aku merasa tidak takut atau hal buruk lain, disaat aku bersamanya tadi? Padahal aku baru mengenalnya selama satu hari ini. Ah, tidak. Tidak ada satu hari.. aku baru mengenalnya di sungai Han. Apa yang ingin dikatakannya tadi? Dan… sapu tangan ini, kenapa aku masih membawanya?”

Sudahlah, aku sudah lelah. Dan aku akan menghubungi Dila dan memberitahunya bahwa aku sudah disini. Aku akan membersihkan badanku dulu, baru aku akan menelponnya.



###



“yeoboseo..” sapa suara dari sebrang sana.

“halo.. ini aku dhruva.. apa kabarmu?”

“ahh.. kau. Aku baik-baik saja.. bagaimana denganmu?”

“baik juga. Oh ya.. aku sekarang sedang berada di Korea.”

“benarkah??? Kapan kau tiba?”

“aku baru tiba tadi pagi. Dan aku sudah sempat berkeliling ke beberapa tempat disini.”

“bagaimana menurutmu? Lebih baik kah seoul dibanding Singapore?”

“ah, tidak juga. Aku baru saja satu hari disini, jadi belum mengenal Seoul lebih dalam. Oh ya....”

…tut tut tut tut tut …


ahh.. sial! Pulsaku habis, aku tidak bisa menelponnya malam ini. Dan Dila pun tidak bisa menelponku kembali karena aku menggunakan nomor rahasia. Padahal aku ingin memberitahunya mengenai pertemuanku dengan Jung Soo. Baiklah, besok saja aku akan menghubunginya lagi. Sekarang aku harus istirahat. Aku merebahkan tubuhku di kasur dan kembali teringat mengenai perkataan Jung Soo tadi. Huhh!! Lagi-lagi.. akhirnya aku mengambil ipodku dan mendengar lagu yang bisa menghantarkanku tidur malam ini.

Selamat malam Seoul, selamat malam Dila, selamat malam Jung Soo……


###


Hoaaammhhh…… ahh…. Sudah pagi.. flu ku sudah reda. apa ya rencanaku hari ini? Oh ya.. yang pertama, jelas, mengisi ulang pulsa yang ada di handphone ku. Aku akan ke minimarket terdekat. Tapi, rasanya malas sekali untuk beranjak dari tempat tidur ini. Jam berapa sekarang? Oh, jam 7. Aku harus mandi dan keluar. Aku rasa udara di luar cukup bagus untuk aku berjalan-jalan pagi. Aku tergoda untuk menghirup udara dari balkon hotel. Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju balkon. Menghirup udara pagi di seoul dari balkon yang cukup tinggi ini, sejuk rasanya…. Tiba-tiba aku melihat seseorang.
Ahh.. bukannya itu Jung Soo?? Tapi, kenapa dia memakai topi dan masker dimulutnya?? Mungkin dia sedang flu, seperti aku semalam. Ha? Jangan-jangan dia tertular virus dariku? Panggil tidak, ya?


“Jung Soo……!!!!”


dia menoleh, tetapi tidak menoleh ke arahku. Dia menoleh ke arah lain yang sepertinya juga memanggilnya. Seorang wanita. dia menoleh, tetapi tidak menoleh ke arahku. Dia menoleh ke arah lain yang sepertinya juga memanggilnya. Seorang wanita. Wanita itu berlari ke arahnya dan memberikannya sesuatu yang sepertinya tidak sengaja tertinggal oleh Jung Soo. Bukan hanya barang yang di berikan wanita itu, tapi sebuah kecupan manis juga diberikannya di pipi Jung Soo.


Air mataku tiba-tiba terjatuh.....


"............"



to be continued


siapa wanita yang mencium Jung Soo itu??
tunggu di part selanjutnya..
COMMENT ya chingu~~
gomawoyo~~

Tidak ada komentar: